Gaji PPPK Siap Ditanggung APBN, MenPAN-RB Pastikan Pendaftaran Februari Ini

pendaftaran pppk 2019
Rekrutment Aparatur SIpil Negara (ASN) pada tahun 2019 ini dipastikan akan dilaksanakan 3 kali yaitu rekrutment Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK / P3K) dilaksanakan dengan dua tahap (tahap pertama dilaksanakan Februari dan tahap kedua setelah pemilu) serta rekrutment CPNS pada akhir tahun 2019.

Sebelumnya perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ini direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Januari kemarin, namun hingga kini belum bisa dilaksanakan karena permasalahan sumber dana penggajian PPPK yang belum disepakati antara pihak Pemda dan Pusat.
Terkait permasalahan ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) memastikan rek­rutmen Pegawai Pe­merintah de­ngan Perjanjian Kerja (PPPK) di­laksanakan Februari.

“Begini, dari kemarin ada yang meragukan soal rekrutmen ini. Sekali lagi saya sampaikan, khususnya untuk para kepala daerah jangan salah persepsi. Gaji PPPK ditanggung daerah. Padahal PPPK itu kan aparatur sipil negara (ASN) juga jadi sumber gajinya lewat APBN hanya ditransfer ke daerah dalam bentuk dana alokasi umum (DAU),” papar Syafruddin, Rabu (1/2).

Oleh karena itu, Pemerintah da­erah diminta segera me­ng­ajukan usulan dan tidak perlu mengkhawatirkan sumber dana untuk menggaji.

Lebih dari 50 persen pemda siap melakukan rek­rutmen setelah me­ngetahui sumber dananya dari DAU. Rekrutmen tahap awal sebanyak 75 ribu ini sangat penting untuk me­menuhi janji pemerintah kepada honorer K2.

“Kalau begini kan sudah jelas ya. Beres, ngak ada salah persepsi lagi. Tak perlu jadi bahan perdebatan lagi,” tambahnya.

Ketika ditemui terpisah, Deputi SDM Aparatur KemenPAN-RB Setiawan Wangsaatmaja mengungkapkan anggaran pengadaan PPPK sudah dialokasikan dalam APBN 2019. Tahun ini formasi PPPK yang disiapkan sebanyak 150 ribu orang. Dibagi dua tahap, pertama 75 ribu orang untuk honorer K2/K1 khusus guru, penyuluh, dan tenaga kesehatan.

“Tahap dua dilaksanakan usai Pilpres 2019 sebanyak 75 ribu. Menteri Syafruddin berjanji untuk honorer tenaga teknis lainnya akan dimasukkan dalam rekrutmen tahap dua,” singkatnya.

PPPK Sekali Kontrak Sampai Pensiun

Kabar baik datang dari Istana Negara. Ini terkait sistem kerja pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang akan segera diterapkan di tahun 2019.

Skenario pengangkatan PPPK, tidak akan merugikan honorer kategori dua (K2). Pasalnya, selain diberikan gaji dan berbagai tunjangan setara PNS, selama honorer K2 bekerja baik sebagai PPPK maka posisinya aman.
“Itu salah satu poin dari pertemuan antara pengurus pusat Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) dengan pejabat kedeputian II Kantor Staf Presiden (KSP). Tentu ini kabar menggembirakan,” tutur Pengurus Pusat FHK2I Nur Baitih, Rabu (30/1).

Dan yang paling menggembirakan, lanjut dia, dalam pertemuan dengan KSP kemarin (29/1), kontrak PPPK hanya sekali sampai pensiun. “Asumsinya, jika guru honorer K2 melamar PPPK usianya 35 tahun, maka masa pensiun guru 60 tahun, jadi kontraknya sampai 25 tahun,” urainya.

Meski demikian, lanjut dia, ada konsekuensi yang harus diterima. Setiap PPPK wajib dievaluasi kinerjanya. Evaluasi diberlakukan secara berkala. “Ya hampir serupa dengan ASN. Ada aturan baku yang harus dipatuhi. Bahkan penilaiannya rutin dilakukan untuk melihat kinerja PPPK,” paparnya.

Kondisi ini, tentu berbeda dengan ASN yang bisa dimutasi ke daerah atau instansi lain, PPPK tidak bisa. Ketika diangkat jadi PPPK di instansi A, maka sampai pensiun di situ terus. Tentu ini bagian dari solusi pemerintah. jelas sangat menguntungkan honorer K2. Mereka tidak akan dipindah-pindah lagi sampai pensiun,” terangnya.

Sumber: radartasikmalaya (2/219)

0 Response to "Gaji PPPK Siap Ditanggung APBN, MenPAN-RB Pastikan Pendaftaran Februari Ini"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel