JOKOWI Kaget Honor Guru Cuma 300 Ribu Rupiah

Posted on
Presiden Jokowi menerima Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) di Istana Negara Jakarta. Jokowi menyampaikan terima kasih atas pengabdian guru mendidik generasi muda tanpa pamrih.
Peranan bapak/ibu didik generasi muda penting, pendidikan adalah pintu untuk kemajuan,” kata Jokowi saat memberikan sambutan, Jumat (11/1/2018).
JOKOWI Kaget Honor Guru Cuma 300 Ribu Rupiah
Ia menyebut, bangsa maju adalah yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Berbekal ilmu pengetahuan dan teknologi, bangsa bisa berlari cepat menuju maju, sejahtera dan makmur.
Di sela-sela pertemuan, Jokowi menerima laporan dari Ketua Dewan Pembina PGSI Abdul Kadir Karding bahwa besaran honor guru yang belum tersertifikasi sekitar Rp 300 ribu-Rp 400 ribu per bulan. Jokowi kaget mendengar informasi tersebut.
Di dalam hati saya tidak percaya, tetapi kalau yang ngomong pak ketua ya saya harus percaya bahwa memang masih ada,” ujarnya.
Jokowi berjanji akan mencari solusi atas persoalan yang dihadapi para guru. Salah satu caranya melalui inpassing dan sertifikasi guru.
Sesaat kemudian, Jokowi berdialog dengan salah satu anggota PGSI bernama Megayanti. Megayanti mengabdi sebagai guru sejak 2009. Wanita asal Pemalang, Jawa Tengah, ini menceritakan honor mengajar selama 9 tahun sebagai guru hanya Rp 50.000. Baru pada tahun 2016, honor Megayanti naik menjadi Rp 150.000.
Keluhan Megayanti
Megayanti juga menyampaikan sejumlah masalah yang dihadapi para guru, seperti kuota sertifikasi, honor, dan pembatasan usia pengajar untuk sertifikasi. Mendengar hal tersebut, Jokowi berjanji akan segera berdiskusi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta Menteri Agama.
Nanti saya cek betul apakah itu SK Dirjen atau peraturan menteri itu lebih mudah,” kata Jokowi.
Curhat Guru Megayanti Ke JOKOWI, Gaji Rp 150.000 hingga Sulit Urus Sertifikasi
Awalnya, dalam acara itu, Ketua Umum PGSI Mohamad Fatah dan Ketua Dewan PGSI Abdul Kadir Karding sempat menyinggung masih banyaknya guru yang berpenghasilan hanya Rp 300.000 per bulan.
Menurut dia, hal tersebut karena guru tersebut belum lolos uji sertifikasi dan inpassing, sehingga mereka hanya menerima pendapatan dari Yayasan Sekolah.
Jokowi yang berpidato setelahnya lalu menanggapi hal itu.
Tadi saya dengar dari Pak Ketua (PGSI), ada yang gajinya Rp 300 ribu- Rp 500 ribu. Di dalam hati saya tidak percaya, tetapi kalau yang ngomong pak Ketua, ya saya harus percaya bahwa memang masih ada,” kata Jokowi.
Jokowi berjanji akan menyelesaikan persoalan sertifikasi dan inpassing yang membuat para guru mendapatkan gaji minim.
Ia lalu meminta para guru secara blak-blakan menjelaskan persoalan yang mereka hadapi.
Saya enggak tahu kenapa enggak rampung, problemnya ada di mana? Mungkin ada yang bisa maju dan cerita, blak-blakan saja. Ada di sini belum dapat sertifikasi?” tanya Jokowi.
Adaaaaa,” jawab para guru kompak.
Jokowi memilih satu orang yang berada di barisan paling depan. Ia adalah Megayanti asal Pemalang, Jawa Tengah.
Megayanti mengabdi sebagai guru sejak 2009. Dia menceritakan honornya mengajar selama 9 tahun sebagai guru hanya sebesar Rp 50.000
Kemudian sejak 2016, honor Megayanti naik menjadi Rp 150.000.
Ya Allah Gusti, istilahnya perjuangan kami dihargai lah Pak,” kata Mega lirih.
Presiden lalu meminta Megayanti menjelaskan persoalan yang dialami para guru dalam mengikuti sertifikasi dan inpassing.
Menurut dia, ada banyak persyaratan yang menghalangi, misalnya soal usia.
Megayanti menjelaskan batas usia maksimum untuk mendapatkan sertifikasi pendidik, yaitu 35 tahun.
Sedangkan, masih banyak guru honorer yang telah mendidik selama berpuluh-puluh tahun dan tidak bisa mendapat kesempatan itu.
Usia dibatasi 35 tahun, lah saya 36 tahun enggak ada harapan dong, pak,” ungkap Megayanti.
Mega menambahkan, para guru honorer yang menginginkan sertifikasi juga harus memiliki ijazah Strata 1 yang linier sesuai dengan mata pelajaran atau jurusan yang diajarkannya di sekolah.
Kemudian persoalan selanjutnya yang dialami guru honorer, menurut Mega, yakni kuota sertifikasi pendidik yang terbatas. Akibatnya, hanya sedikit guru saja yang bisa lolos.
Presiden Jokowi yang berdialog menampung sejumlah permasalahan yang disampaikan oleh Megayanti.
Saya harus berbicara dengan Menpan RB, Menteri Dikbud dan menteri-menteri yang terkait dengan ini. Menteri Agama juga,” kata Presiden.
Presiden menjelaskan, jika peraturan terkait sertifikasi guru masih setingkat SK Dirjen atau peraturan menteri, pemerintah masih bisa menyelesaikan persoalannya dengan cepat.
Presiden meminta para guru yakin bahwa pemerintah terus melakukan perbaikan bagi kesejahteraan para guru.
Sumber Nasional Kompas