Masih Ramai Tagar #INAElectionObserverSOS, Kini #JokowiTheErrorMan Jadi Trending

Posted on
#INAElectionObserverSOS #JokowiTheErrorMan
3 Minggu menjelang pesta demokrasi pemilihan umum serentak DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD RI serta presiden dan wakil presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kancah perpolitikan tanah air menjadi sorotan dunia internasional.
Sebelumnya, tagar #INAelectionObserverSOS jadi trending twitter dunia pada Rabu (20/3/2019). Namun hingga kini, tagar tersebut masih bertahan di trending twitter Indonesia.

Total sudah 393 ribu twit yang menggunakan tagar tersebut. Warganet meminta adanya pengawas Pemilu internasional agar tak terjadi kecurangan.
Pasalnya aparat kepolisian sebagai ‘wasit’ dalam Pemilu, malah dituduh ikut andil bagian dalam memenangkan salah satu calon presiden.
Tudingan warganet itu dimulai saat akun opposite membuat sebuah video yang menyebut polisi menjadi buzzer capres 01, melalui aplikasi my shambar. Lalu video sejumlah polisi mengajak masyarakat berterima kasih ke Presiden Joko Widodo juga semakin menyulut emosi warganet.
Jika sebelumnya tagar #INAelectionObserverSOS jadi trending twitter dunia, kini giliran tagar #JokowiTheErrorMan kembali memuncaki trending twitter indonesia.
Jumlah twit tdengan tagar #JokowiTheErrorMan terus bertambah dan tidak menutup kemungkinan akan menyamai tagar  #INAelectionObserverSOS.
Munculnya tagar  #JokowiTheErrorMan bermula kala Presiden Joko Widodo memohon maaf kepada warga Kota Denpasar karena kadang-kadang salah atau error dalam menyebutkan nama tempat bahkan waktu.
“Seluruh warga Kota Denpasar khususnya Badung…,” kata Presiden sebelum meresmikan Pasar Badung, Denpasar, Jumat (22/3/2019), dikutip dari Antara.
Namun, kata-kata Presiden tiba-tiba disoraki oleh masyarakat yang memprotes ucapannya. Presiden Jokowi kemudian meralat ucapannya seketika itu juga.
“Seluruh warga Kota Denpasar khususnya Pasar Badung,” kata Jokowi yang kemudian disambut tepuk tangan ribuan warga yang hadir dalam acara peresmian pasar cashless itu.
Jokowi bahkan sempat pula meralat ucapan salamnya dari selamat sore menjadi selamat malam karena ketika itu di Kota Denpasar waktu telah menunjukkan pukul 19.00 WITA.
“Saya itu setiap jam ganti provinsi, setiap jam ganti kabupaten, setiap jam ganti kota sehingga kadang-kadang error. Mohon maaf. Tadi pagi masih di Jakarta, siang di Lombok, sore sudah sampai di Denpasar diuyel-uyel sampai ke depan sini,” katanya.
Presiden Jokowi tetap tersenyum meski ia mengaku didesak-desak, dipegang tangan hingga lehernya oleh masyarakat.
“Semuanya pegang, ada yang pegang tangan, leher, jadi kalau saya agak error mohon maaf,” katanya.