Pendaftaran Penerimaan Terpadu Taruna/i AKPOL POLRI T.A 2019-2020

Posted on
Pendaftaran Penerimaan Terpadu Taruna/i AKPOL POLRI T.A 2019-2020
Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali membuka pendaftaran taruna/i baru AKPOL POLRI, TAMTAMA POLRI,  dan BINTARA POLRI tahun akademik 2019-2020. Pendaftaran taruna baru polri ini terbuka untuk lulusan SMA/Sederajat, Diploma maupun Sarjana.  


Visi Polri
Terwujudnya pelayanan keamanan dan ketertiban masyarakat yang prima, tegaknya hukum dan keamanan dalam negeri yang mantap serta terjalinnya sinergi polisional yang proaktif.

Misi Polri
  1. Melaksanakan deteksi dini dan peringatan dini melalui kegiatan/operasi penyelidikan, pengamanan dan penggalangan;
  2. Memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan secara mudah, responsif dan tidak diskriminatif;
  3. Menjaga keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas untuk menjamin keselamatan dan kelancaran arus orang dan barang;
  4. Menjamin keberhasilan penanggulangan gangguan keamanan dalam negeri;
  5. Mengembangkan perpolisian masyarakat yang berbasis pada masyarakat patuh hukum;
  6. Menegakkan hukum secara profesional, objektif, proporsional, transparan dan akuntabel untuk menjamin kepastian hukum dan rasa keadilan;
  7. Mengelola secara profesional, transparan, akuntabel dan modern seluruh sumber daya Polri guna mendukung operasional tugas Polri;
  8. Membangun sistem sinergi polisional interdepartemen dan lembaga internasional maupun komponen masyarakat dalam rangka membangun kemitraan dan jejaring kerja 

Dilansir dari situs resmi Polri www.penerimaan.polri.go.id, berikut Persyaratan, berkas dan cara pendaftaran Taruna Polri tersebut:
Persyaratan umum:

  1. Warga Negara Indonesia (pria atau wanita);
  2. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  3. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
  4. Sehat jasmani dan rohani (surat keterangan sehat dari institusi kesehatan);
  5. Berumur paling rendah 18 (delapan belas) tahun pada saat diangkat menjadi anggota Polri;
  6. Tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan (SKCK);
  7. Berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela;
  8. Lulus pendidikan dan pelatihan pembentukan anggota Kepolisian.
    Persyaratan khusus:
    1. pria/wanita, bukan anggota/mantan Polri/TNI dan PNS atau pernah mengikuti pendidikan Polri/TNI;
    2. berijazah serendah-rendahnya SMA/MA jurusan IPA/IPS (bukan lulusan dan atau berijazah Paket A, B dan C) dengan ketentuan: 
      1. nilai kelulusan rata-rata Hasil Ujian Nasional/UN (bukan nilai gabungan): 
        • tahun 2014 dengan nilai rata-rata minimal 6,5;
        • tahun 2015 s.d. 2018 dengan nilai rata-rata minimal 60,00;
        • tahun 2019 akan ditentukan kemudian.
      2. nilai kelulusan rata-rata Hasil Ujian Nasional/UN (bukan nilai gabungan) khusus Papua dan Papua Barat: 
        • tahun 2014 dengan nilai rata-rata minimal 6,0;
        • tahun 2015 s.d. 2017 dengan nilai rata-rata minimal 60,00;
        • tahun 2018 dengan nilai rata-rata minimal 55,00;
        • tahun 2019 akan ditentukan kemudian
      3. bagi lulusan tahun 2019 (yang masih kelas XII) nilai rapor rata-rata kelas XII semester I minimal 70,00 dan setelah lulus menyerahkan nilai Ujian Nasional dengan nilai rata-rata yang akan ditentukan kemudian;
      4. bagi yang berusia 16 sampai dengan kurang dari 17 tahun dengan ketentuan nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 75,00 dan memiliki kemampuan Bahasa Inggris dengan nilai Ujian Nasional minimal 75,00.
    3. bagi pendaftar dari pendidikan diniyah formal (PDF) dan satuan pendidikan muadalah (PDM) pada pondok pesantren, memiliki nilai kelulusan tara-rata hasil imtihan wathoni (Ujian Standar Nasional) atau ujian akhir muadalah, dengan nilai akhir kelulusan rata-rata 70,00
    4. berusia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada saat pembukaan pendidikan;
    5. tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku): 
      • Pria : 165 (seratus enam puluh lima) cm;
      • Wanita : 163 (seratus enam puluh tiga) cm
    6. belum pernah menikah secara hukum positif/agama/adat, belum pernah hamil/melahirkan, belum pernah memiliki anak biologis (anak kandung) dan sanggup untuk tidak menikah selama dalam pendidikan pembentukan;
    7. tidak bertato/memiliki bekas tato dan tidak ditindik/memiliki bekas tindik telinga atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat;
    8. bagi peserta calon Taruna/i yang telah gagal/TMS karena tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) tidak dapat mendaftar kembali;
    9. mantan Siswa/i yang diberhentikan tidak dengan hormat dari proses pendidikan oleh lembaga pendidikan yang dibiayai oleh anggaran negara tidak dapat mendaftar;
    10. dinyatakan bebas narkoba dengan menyerahkan surat keterangan bebas narkoba dari instansi kesehatan pemerintah (RS Pemerintah atau Klinik BNN/BNP/BNK);
    11. membuat surat pernyataan bermaterai bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI dan ditugaskan pada semua bidang tugas Kepolisian yang ditandatangani oleh calon peserta dan diketahui oleh orang tua/wali;
    12. bagi yang memperoleh ijazah dari sekolah di luar negeri, harus mendapat pengesahan dari Dikdasmen Kemdikbud;
    13. berdomisili minimal 1 tahun di wilayah Polda tempat mendaftar dengan melampirkan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga, apabila terbukti melakukan duplikasi/pemalsuan/rekayasa keterangan akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku;
    14. bagi peserta calon Taruna/i yang berasal dari SMA Taruna Nusantara dan SMA Krida Nusantara yang masih kelas XII dapat mendaftar di Polda asal sesuai alamat KTP/KK atau dapat mendaftar untuk SMA Taruna Nusantara di Polda Jateng dan DIY sedangkan untuk SMA Krida Nusantara di Polda Jabar, dengan ketentuan mengikuti kuota kelulusan/perankingan pada Polda asal sesuai domisili KTP/KK;
    15. bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 (sepuluh) tahun terhitung saat diangkat menjadi Perwira Polri;
    16. memperoleh persetujuan dari orang tua/wali;
    17. tidak terikat perjanjian Ikatan Dinas dengan suatu instansi lain;
    18. bagi calon Taruna/i yang dinyatakan lulus terpilih agar melampirkan kartu BPJS Kesehatan;
    19. bagi yang sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai/karyawan: 
      1. mendapat persetujuan/rekomendasi dari kepala instansi yang bersangkutan;
      2. bersedia diberhentikan dari status pegawai/karyawan, bila diterima dan mengikuti pendidikan pembentukan Taruna/i Akpol

    Berkas yang dibawa ke panda/sub panda/pabanrim :
    1. surat permohonan menjadi anggota polri
    2. fotocopy+legalisir akta kelahiran/surat kenal lahir
    3. fotocopy+legalisir ijazah/sttb sd, smp,sma, d-iii, d-iv, s1/s2
    4. surat keterangan bebas narkoba dari instansi kesehatan pemerintah (rs pemerintah atau klinik bnn/bnp/bnk)
    5. surat keterangan catatan kepolisian (skck)
    6. fotocopy+legalisir ktp dan kk 
    7. surat persetujuan orang tua wali
    8. surat pernyataan belum pernah menikah
    9. daftar riwayat hidup
    10. surat perjanjian ikatan dinas pertama anggota polri
    11. surat pernyataan tidak terikat oleh suatu perjanjian ikatan dinas 
    12. surat pernyataan orang tua/wali


      Cara Pendaftaran Taruna Akpol Polri 
      Bagi Anda yang berminat untuk mendaftar menjadi salah satu taruna baru polri 2019 silahkan untuk mengisi form online terlebih dahulu di link www.penerimaan.polri.go.id
      Haraf diperhatikan
      1. silahkan mengisi berkas persyaratannya kemudian cetak dan diserahkan ke panda/sub panda/panbanrim dengan jumlah 4 rangkap.
      2. khusus surat permohonan menjadi anggota polri :
        • ditulis dengan tinta warna hitam diatas kertas folio bergaris bermaterai rp. 6.000,-
        • ditulis sendiri oleh pelamar
        • menggunakan huruf  balok tanpa coretan/dihapus
      3. jika belum jelas harap menghubungi panda/sub panda/ panbanrim
      Download Formulir Pendaftaran DISINI 
      Deadline Pendaftaran Taruna Polri
      Pendaftaran taruna-taruni akpol polri t.a 2019 dibuka sampai 22 Maret 2019