Rekrutmen PPPK Tahap II dibuka Usai LEBARAN

Posted on
 Jadwal dan Formasi Rekrutmen PPPK Tahp II dan CPNS 2019
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin memastikan rekrutmen PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) 2019 tahap kedua akan dilakukan lebih awal ketimbang seleksi CPNS.
Tahun ini, pemerintah menyiapkan 250 ribu formasi terdiri dari 150 PPPK dan 100 ribu CPNS. Dari 150 ribu formasi PPPK itu, pada tahap pertama disediakan 75 ribu formasi, namun baru terisi 52 ribu.
Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan, akan dibuka pendaftaran PPPK tahap kedua sebanyak kurang lebih 100.000 formasi. Jumlah itu keluar lantaran baru sebanyak 50.000 posisi yang terisi pada perekrutan Aparatur Sipil Negara (ASN) kontrak tahap pertama.

Coba Sekarang: Simulasi SKD CAT CPNS – PPPK BKN Online Terbaru 2019

Sedangkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin usai membuka acara buka puasa bersama KemenPan-RB, Senin (27/5/2019) menjelaskan bahwa “Memang rencana tahun ini kita akan merekrut lagi 100 ribu PNS ya. Dan P3K 150 ribu tapi sudah berjalan. PK3 itu sudah direkrut sekitar 52 ribu yang lalu di bulan kemarin ini Januari. Jadi nanti ada selanjutnya lagi untuk P3K,”

Jadwal Rekrutment PPPK Tahap II Usai Lebaran
Lalu, untuk waktunya, Syafruddin menyebut akan membuka lowongan P3K setelah lebaran, dan CPNS di bulan Oktober.

“Kalau P3K nanti habis lebaran ini. PNS-nya nanti triwulan ke 4, bulan Oktober,” kata dia.

“P3K belum banyak, masih lanjutan kemarin. Nanti kembali lagi ke guru, dan tenaga-tenaga kesehatan, tenaga-tenaga teknis nanti setelah itu mungkin di bulan ke 8,” lanjutnya.

Dia mengimbau para honorer K2 yang belum mengikuti tes PPPK untuk mencoba pada tahap dua. Afirmasi tetap diberlakukan untuk honorer K2.
Sebelumnya, Syafruddin mengatakan bahwa rekrutmen CPNS 2019 ini akan mengutamakan guru-guru honorer. Hal itu agar mereka mendapatkan kesempatan menjadi PNS.

“Tetap guru honorer yang lebih diutamakan,” tutur Syafruddin dalam Musyawarah Perencanaan Pengembangan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2020 yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), di Shangri-La Hotel, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Persyaratan Seleksi PPPK 
Lalu apa saja persyaratan mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan siapa saja yang berhak ikut ? 
Dalam pasal 16 PP Nomor 49 Tahun 2018 dijelaskan bahwa Setiap warga negara Indonesia yang memenuhi syarat bisa melamar menjadi PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) untuk jabatan fungsional (JF)
antara lain :
  1. Usia paling rendah 20 tahun dan paling tinggi satu tahun sebelum batas usia tertentu pada jabatan yang akan dilamar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 
  2. Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara dua tahun atau lebih. 
  3. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil, PPPK, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta. 
  4. Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis. 
  5. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan. 
  6. Memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikasi keahlian tertentu yang masih berlaku dari lembaga profesi berwenang untuk jabatan yang mempersyaratkan. 
  7. Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar. 
  8. persyaratan lain sesuai kebutuhan jabatan yang ditetapkan oleh PPK (pejabat pembina kepegawaian).

Baca Juga :

Tes PPPK
Dalam pasal 19 PP Nomor 49 tahun 2018 disebutkan bahwa ada 2 jenis seleksi yang akan dilakukan yakni : 
a. Seleksi Administrasi 
b. Seleksi Kompetensi  
PPPK Banjir Jaminan, Mulai Hari Tua Hingga Kematian 
Setiap ASN yang berstatus PPPK mendapat hak dan fasilitas yang setara dengan PNS. PPPK memiliki kewajiban serta hak yang sama dengan ASN yang berstatus PNS. Kecuali jaminan pensiun, PPPK juga mendapat perlindungan berupa jaminan hari tua, jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, serta bantuan hukum,”  kata Deputi SDM Kemenpan Setiawan Wangsa Atmaja 
sumber : bkn.go.id / jpnn.com

2 thoughts on “Rekrutmen PPPK Tahap II dibuka Usai LEBARAN

  1. tenaga honorer selalu diprioritaskan oleh pemerintah… baik dalam rekrutmen PPPK maupun CPNS honorer selalu diberikan kemudahan. hanya saja untuk menjadi ASN harus melewati tahapan seleksi yang sudah ditentukan.

  2. Tolong sampaikan kpd Yth, pa mentri, ato yg berwenang, kami yg sdh 13 tahun, termasuk K2 dan sekarang statusnya terus mnerus bekerja di instansi pemerintah sbg Tenaga Harian Lepas ( kontrak kerja) tenaga teknis adm.., mohon prioritaskan…trima kasih pa.

Comments are closed.